Minggu, 20 Juli 2008

Python pada Symbian

Python merupakan suatu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dinamis dan object oriented yang dapat digunakan untuk men-develop bermacam-macam aplikasi. Python bersifat interpreted language dan sangat cocok digunakan sebagai scripting dan embedded language. Karena sifatnya tersebut, python dapat berjalan diberbagai sistem operasi dan arsitektur komputer.

Sebagai scripting language, tentu python memiliki perbedaan dengan scripting language yang lain, salah satunya adalah syntax-nya yang jelas dan simple. Feature lain yang membedakan python dengan scripting language yang lain dapat dilihat pada official website-nya.

Yang menarik bagi saya, python dapat berjalan pada sistem operasi symbian, yang merupakan sistem operasi yang banyak dipakai pada smartphone. Selama ini, developer yang ingin mengembangkan aplikasinya diatas symbian menggunakan bahasa pemrograman C++, sekarang dengan python, developer dapat mengembangkan aplikasinya se-reliable aplikasi C++ namun dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Python yang berjalan diatas symbian mampu mengakses dan menggunakan API dari symbian dan tidak hanya itu bahkan dapat mengakses hardware dari smartphone itu sendiri. Selain python, perl juga telah dapat berjalan diatas symbian, namun hanya dapat menjalankan API perl standar dan belum mampu mengakses dan menggunakan API dari symbian.



Tentu saja yang perlu diingat coding di hp tentu tidak sama dengan coding di komputer langsung, terasa kurang nyaman sekali. Tetapi, bukan tidak mungkin kita dapat membuat script yang sederhana namun sangat berguna, dan tentu saja kita dapat membuatnya anywhere and anytime :) .

Windows Versus Linux Imbang?

Perbedaan biaya yang utama, ujar analis Yankee Group Laura DiDio, ditentukan oleh lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi atau memastikan security dari server ataupun networked computers yang menyimpan data."Yang kami temukan adalah, soal biaya tidak hanya bergantung pada fungsi dasar pada operating system utama," ujar DiDio.

Studi ini juga menyebutkan, 88% responden menyatakan bahwa kualitas, performa dan kehandalan dari Windows setara atau lebih dari baik daripada Linux. Linux, yang bisa diperbanyak dan dimodifikasi secara bebas, tidak seperti proprietary software seperti Windows operating system milik Microsoft, telah terlibat dalam persaingan dalam beberapa tahun terakhir dengan Windows Server software dalam memperebutkan pasar corporate. Dalam banyak kasus, baik Linux maupun Windows telah tumbuh melampaui Unix-based servers milik Sun Microsystem, yang pernah berjaya pada tahun 1990-an.

DiDio menyatakan bahwa sebagian besar perusahan-besar atau kecil- terhitung jarang melakukan perubahan drastis pada operating system yang digunakan. Sebaliknya, mereka terbiasa mengkombinasikan Windows dan Linux server software untuk memperluas kebutuhannya.

Matthew Szulik, Chief Executive Red Hat Inc., salah satu distributor Linux terbesar di dunia menyatakan, beberapa pelanggan mereka merasakan penurunan biaya operasinya setelah menggunakan Linux.

Microsoft Pertajam Kampanye Anti Linux

Walaupun hasil studi tersebut sama sekali tidak menempatkan Microsoft di bawah LInux, namun vendor raksasa itu nampak "tidak terima" dengan hasil penelitian tersebut. Responnya sangat cepat, dan perusahaan software terkemuka tersebut balik mempertajam kampanye anti Linux. Microsoft terus melanjutnya program "Get the Facts" yang telah digagas sejak tahun 2003 ini, untuk menguliti sejumlah kelemahan yang dimiliki oleh Linux.

Tidak cukup dengan program tersebut, Microsoft telah melakukan penelitian tandingan yang hasilnya "bagai bumi dengan langit" dengan apa yang disimpulkan oleh Yankee Group. Dengan meminjam tangan Veritest-yang jelas-jelas atas permintaan Microsoft, lembaga penelitian tersebut melaksanakan penelitian yang membandingkan antara kehandalan "Windows Server 2003" dengan Red Hat "Enterprise Linux".

Penelitian itu dilakukan kepada masing-masing 18 System Administrator dari camp Windows dan Linux, yang meneliti perbedaan sistem lingkungan masing-masing, sekitar 4 hari, dimana kriteria penilaian berdasarkan atas failure time cost untuk konfigurasi dan pemeliharaan Infrastruktur.

Hasilnya tentu saja sudah bisa ditebak. Berdasarkan studi Veritest tersebut, terdapat sekitar 15% failure time lebih tinggi dalam produk Linux ketimbang dalam lingkungan Windows. Selain itu, para Windows Administrator lebih mudah dalam melakukan pekerjaan, dan tercatat hanya membutuhkan sedikit waktu. Linux Adminstrator sebaliknya memiliki banyak masalah akibat kurangnya dokumentasi seperti tidak adanya Integration untuk pertahanan.

Kontradiksi

Namun, hasil penelitian Veritest tersebut langsung disambar oleh bantahan dari kuasa hukum Open Source Bruce Perrins. Ia mengenyampingkan argumentasi Microsofts untuk Windows yang lebih terpercaya, dengan satu-satunya point, yakni Virus. Suatu ketika, ujar Bruce, didapati sekitar 30 virus dalam e-Mail box mereka. Virus itu sendiri yang "berbicara" melawan kepercayaan Windows System. Virus itu datang dari sistem anti Virus, yang berkembang mengakibatkan kerusakan tanpa kontrol atas Netz. Hal itulah, tegasnya, yang tidak terdapat dalam lingkungan Linux.

Windows Versus Linux Imbang?

Perbedaan biaya yang utama, ujar analis Yankee Group Laura DiDio, ditentukan oleh lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi atau memastikan security dari server ataupun networked computers yang menyimpan data."Yang kami temukan adalah, soal biaya tidak hanya bergantung pada fungsi dasar pada operating system utama," ujar DiDio.

Studi ini juga menyebutkan, 88% responden menyatakan bahwa kualitas, performa dan kehandalan dari Windows setara atau lebih dari baik daripada Linux. Linux, yang bisa diperbanyak dan dimodifikasi secara bebas, tidak seperti proprietary software seperti Windows operating system milik Microsoft, telah terlibat dalam persaingan dalam beberapa tahun terakhir dengan Windows Server software dalam memperebutkan pasar corporate. Dalam banyak kasus, baik Linux maupun Windows telah tumbuh melampaui Unix-based servers milik Sun Microsystem, yang pernah berjaya pada tahun 1990-an.

DiDio menyatakan bahwa sebagian besar perusahan-besar atau kecil- terhitung jarang melakukan perubahan drastis pada operating system yang digunakan. Sebaliknya, mereka terbiasa mengkombinasikan Windows dan Linux server software untuk memperluas kebutuhannya.

Matthew Szulik, Chief Executive Red Hat Inc., salah satu distributor Linux terbesar di dunia menyatakan, beberapa pelanggan mereka merasakan penurunan biaya operasinya setelah menggunakan Linux.

Microsoft Pertajam Kampanye Anti Linux

Walaupun hasil studi tersebut sama sekali tidak menempatkan Microsoft di bawah LInux, namun vendor raksasa itu nampak "tidak terima" dengan hasil penelitian tersebut. Responnya sangat cepat, dan perusahaan software terkemuka tersebut balik mempertajam kampanye anti Linux. Microsoft terus melanjutnya program "Get the Facts" yang telah digagas sejak tahun 2003 ini, untuk menguliti sejumlah kelemahan yang dimiliki oleh Linux.

Tidak cukup dengan program tersebut, Microsoft telah melakukan penelitian tandingan yang hasilnya "bagai bumi dengan langit" dengan apa yang disimpulkan oleh Yankee Group. Dengan meminjam tangan Veritest-yang jelas-jelas atas permintaan Microsoft, lembaga penelitian tersebut melaksanakan penelitian yang membandingkan antara kehandalan "Windows Server 2003" dengan Red Hat "Enterprise Linux".

Penelitian itu dilakukan kepada masing-masing 18 System Administrator dari camp Windows dan Linux, yang meneliti perbedaan sistem lingkungan masing-masing, sekitar 4 hari, dimana kriteria penilaian berdasarkan atas failure time cost untuk konfigurasi dan pemeliharaan Infrastruktur.

Hasilnya tentu saja sudah bisa ditebak. Berdasarkan studi Veritest tersebut, terdapat sekitar 15% failure time lebih tinggi dalam produk Linux ketimbang dalam lingkungan Windows. Selain itu, para Windows Administrator lebih mudah dalam melakukan pekerjaan, dan tercatat hanya membutuhkan sedikit waktu. Linux Adminstrator sebaliknya memiliki banyak masalah akibat kurangnya dokumentasi seperti tidak adanya Integration untuk pertahanan.

Kontradiksi

Namun, hasil penelitian Veritest tersebut langsung disambar oleh bantahan dari kuasa hukum Open Source Bruce Perrins. Ia mengenyampingkan argumentasi Microsofts untuk Windows yang lebih terpercaya, dengan satu-satunya point, yakni Virus. Suatu ketika, ujar Bruce, didapati sekitar 30 virus dalam e-Mail box mereka. Virus itu sendiri yang "berbicara" melawan kepercayaan Windows System. Virus itu datang dari sistem anti Virus, yang berkembang mengakibatkan kerusakan tanpa kontrol atas Netz. Hal itulah, tegasnya, yang tidak terdapat dalam lingkungan Linux.

LNX4WIN: MUTIARA YANG HILANG

Apa yang akan terpikirkan oleh Anda ketika mendengar orang menyebut Lnx4Win? Hmmm… mungkin Anda akan membayangkan sebuah distro linux baru atau sebuah tool emulator linux yang berjalan pada sistem Windows? Sayang sekali kedua perkiraan tadi salah, karena Lnx4Win adalah sistem Linux Mandrake yang diinstal pada partisi Windows.

1) Lnx4Win: Apaan Tuh?!
Seperti yang telah tersirat pada namanya, Lnx4Win --singkatan dari Linux for Windows-- sebenarnya merupakan metode untuk menjalankan sistem operasi Linux Mandrake pada partisi Windows. Partisi Windows yang sudah didukung adalah FAT (FAT12, FAT16 dan FAT32). Anda belum bisa menginstal Lnx4Win pada pertisi NTFS. Hal ini disebabkan kernel linux yang dipakai belum mendukung akses baca/tulis secara langsung ke dalam partisi NTFS.

Lnx4Win berasal dari nama sebuah program/tool yang digunakan untuk menginstal sistem Linux mandrake pada partisi Windows. Jadi, jelas bahwa Lnx4Win bukanlah distro baru atau emulator Linux. Hebatnya lagi, Lnx4Win bisa bekerja secara stand alone sehingga proses instalasi sistem linux Mandrake pada partisi Windows ini tidak membutuhkan sistem Windows sama sekali!

Lnx4Win memang ditujukan bagi Anda (khususnya pengguna MS Windows) yang ingin mencoba untuk menginstal Mandrakelinux tetapi tidak ingin direpotkan dengan melakukan partisi harddisk sama sekali (biasanya ketika Anda membeli harddisk baru di toko sudah diformat file sistem Windows). Anda hanya perlu menyediakan ruang kosong secukupnya saja pada partisi Windows. Dan instalasi sistem Lnx4Win sama seperti sistem Linux biasa, Lnx4Win dapat diinstal sebagai dual sistem pada komputer yang telah terinstal sistem Windows sehingga Anda akan mempunyai dua buah sistem operasi (Windows dan Lnx4Win) dalam satu harddisk pada komputer yang Anda miliki.

Setelah Anda selesai menginstal Lnx4Win, Anda akan mempunyai sebuah direktori baru dalam partisi pertama yaitu c:\lnx4win. Di dalam direktori tersebut terdapat dua buah device (file image) Loopback yang menjadi tempat untuk meyimpan sistem Mandrakelinux yaitu: syslinux.img adalah file pertama untuk data dan file satunya lagi untuk swap. Pada direktori lnx4win, Anda juga akan mendapatkan direktori /boot yang berisikan kernel serta sebuah direktori /grub yang berisi file-file boot loader Grub.

2) Lnx4Win: Mutiara Yang hilang
Tak diragukan lagi, Lnx4Win merupakan pelopor instalasi Linux pada partisi Windows namun sayang sekali kehadirannya sekarang ini tak ada yang mengetahuinya sama sekali. Bahkan Anda yang mempunyai koleksi distro Linux madrake mungkin tak menyadari bahwa di dalam CD instalasi terdapat sebuah program/tool yang sangat bagus tersebut! Tidak, sebaiknya jangan salahkan diri Anda dulu. Untuk lebih jelas, sebaiknya Anda baca tulisan selanjutnya di bawah ini.

Lnx4Win pada awalnya telah disertakan dalam folder tersendiri pada CD instalasi Linux Mandrake versi 7.x dan sebelumnya. Dari CD pertamanya, proses instalasi Lnx4Win bisa dilakukan secara langsung dari desktop sistem MS Windows Anda dengan memilih “Linux for Windows Installation” pada menu.

Sayangnya, niat baik Mandrakesoft yang menyertakan Lnx4Win ini agar menjadi alternatif instalasi Linux Mandrake pada partisi Windows menjadi kurang populer karena dikalangan pengguna Mandrakelinux telah melaporkan bahwa proses instalasi dan pengoperasian sistem Lnx4Win sangat lambat dan bisa membuat Anda merasa bete menunggu loading sistem dan aplikasi program yang cukup lama.

Selanjutnya, mulai Linux Mandrake versi 8.x, Mandrakesoft tidak menyertakan lagi isi folder lnx4win ini dalam CD instalasi Linux Mandrake. Dari CD pertama instalasi Mandrake 8.1 hanya terdapat sebuah keterangan singkat cara melakukan instalasi Lnx4Win pada file \doc\install\id\install.htm, yaitu:

“Menginstall di Windows 95/98/ME
Untuk menginstal Mandrake Linux dalam folder Windows dan tidak melakukan partisi hard drive, yang harus Anda kerjakan:

Masukan CD pertama
Reboot komputer
Tekan F1 saat layar Linux Mandrake muncul pertama kali
ketikkan lnx4win pada prompt, lalu Enter
Ikuti petunjuk di layar.”

Namun sayang sekali, setelah Anda mengikuti petunjuk di atas maka Anda tidak akan bisa menginstal Lnx4Win. Pada boot prompt akan muncul pesan error yang menyebutkan bahwa modul kernel untuk lnx4win tidak ditemukan. Cukup banyak pengguna Linux Mandrake yang terkecoh akan hal ini. Dan mungkin Anda juga pernah mengalaminya, kan?

Keterangan Lnx4Win di atas hanya disertakan sampai Linux Mandrake versi 9.1. Setelah itu Anda tidak akan menemukannya lagi pada CD instalasi Linux Mandrake versi 9.2 ke atas. Jadi, bagi Anda yang baru menggunakan Linux Madrake versi 9.2 sampai 10.x sangatlah wajar jika tidak mengetahui keberadaan Lnx4Win ini.

Lantas, apakah Lnx4Win ini benar-benar telah dihapuskan? Tidak. Mandrakesoft memang telah menghilangkan semua informasi mengenai Lnx4Win serta direktori lnx4win dalam CD distribusinya, namun dengan cerdik telah mengintegrasikan Lnx4Win dan meleburkannya sehingga menjadi bagian dari DrakX yang merupakan program instalasi GUI sistem Linux Mandrake mulai versi 8.x. Namun, meski Mandrakesoft telah berhasil mengintegrasikan Lnx4Win ini ke dalam proses instalasi, akan tetapi tidak dibarengi dengan dukungan dari kernel yang digunakan oleh Linux Mandrake sendiri. Sehingga sampai pada Linux Mandrake versi 9.2, Lnx4Win belum bisa diinstal pada partisi Windows secara otomatis. Untuk bisa melakukannya Anda masih harus melakukan kompilasi kernel agar secara otomatis bisa mendukung file sistem Loopback, dan melakukan konfigurasi ulang pada boot loadernya agar bisa memboot Lnx4Win.

Mungkin karena alasan tersebut yang menyebabkan Mandrakesoft tidak lagi menyertakan keterangan akan keberadaan Lnx4Win dalam CD instalasinya sampai sekarang ini. Percuma saja kan, menyertakan informasi dan dokumentasi mengenai Lnx4Win sementara Lnx4Win belum bisa diinstal dengan baik dan hanya akan membuat kesulitan para pengguna yang baru ingin memakai Linux padahal tujuan utama dihadirkan Lnx4Win adalah untuk mempermudah para pengguna Windows dalam mencoba untuk beralih mencicipi kehebatan dan kehandalan Linux Mandrake.

Sampai kini Lnx4Win pun menjadi mutiara yang hilang terkubur tanpa diketahui keberadaanya, sangat disayangkan sekali.

3) Instalasi: Undoubtedly The Easiest!
Lnx4Win (Linux for Windows) menjadi suatu solusi yang Anda butuhkan jika Anda tidak ingin melakukan partisi hard disk Anda sama sekali. Proses instalasi sistem ini akan membuat dua file (image filesistem Loopback) pada partisi Windows Anda yang akan menyimpan sistem Linux Mandrake Anda: satu file untuk data dan yang lainnya untuk swap. Mode instalasinya pun tak diragukan lagi sangat mudah dilakukan.

Pada Linux mandrake versi 7.x, Anda bahkan bisa menginstal Lnx4Win dari desktop Windows. Anda masukan CD instalasi Linux Mandrake ke dalam CD-ROM, maka secara otomatis Windows akan menampilkan menu instalasi seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini. (lihat file attachment)

Menu gambar tersebut menyertakan dua pilihan instalasi Linux Mandrake. Pertama “Complete Installation" yaitu instalasi sistem Linux Mandrake biasa pada partisi Linux dan yang kedua “Linux for Windows installation". Dengan mengklik pilihan “Linux for Windows installation" maka Anda akan dibawa ke dalam langkah-langkah proses instalasi Lnx4Win yang sangat mudah. Sama seperti proses instalasi Linux mandrake biasa, Anda hanya perlu mengklik beberapa kali pada pilihan yang disertakan pada jendela menu instalasi.

4) Performa Sistem: T.O.P. Abis!
Setelah selesai menginstal Lnx4Win, Anda akan langsung bisa menikmati Lnx4Win yang sama saja dengan sistem operasi Linux Mandrake. Anda bisa langsung masuk ke dalam Lnx4Win melalui menu boot loader GRUB ketika komputer baru dinyalakan atau hanya dengan mengklik sebuah ikon Lnx4Win pada desktop Windows Anda. Dengan catatan, Anda harus melakukan konfigurasi khusus terlebih dahulu agar bisa masuk ke dalam sistem Lnx4Win melalui desktop Windows.

Dalam sistem Lnx4Win ini Anda bisa melakukan apa saja yang sama seperti ketika menggunakan sistem Linux mandrake pada mode instalasi biasa. Jadi Anda bisa menikmati GUI KDE yang indah, mengerjakan tugas-tugas kantor dengan program pengolahan kata, grafis, main game, internet, mengkonfigurasi menu, jaringan, dan sebagainya. Semua itu bisa Anda lakukan dengan baik dan nyaman tanpa ada kendala/kelambatan sama sekali (pada Linux Mandrake versi 10.0). bahkan Anda juga bisa belajar membuat distro LiveCD Linux Mandrake versi buatan Anda sendiri dari sistem Lnx4Win ini.

Performa sistem Lnx4Win dalam bekerja sangat baik, hal ini dikarenakan Lnx4Win bekerja sebagai sistem stand alone yang mengakses langsung semua perangkat software dan hardware secara mandiri seperti layaknya sebuah sistem operasi biasa. Sama sekali tidak terasa bahwa Anda bekerja pada sistem yang harus me-mounting, membaca, menulis, dan menghapus dalam sebuah filesistem Loopback. Padahal dalam sistem Windows, program Windows Explorer membaca filesistem Loopback ini adalah sebuah file image. Dukungan dari kernel linux (Linux mandrake 10.0 secara default memakai kernel 2.6.3-7) mengenai mounting filesistem loopback sangat membantu kinerja sistem Lnx4Win ini.

Salah satu keunggulan Lnx4Win yang tidak bisa dilakukan oleh emulator adalah Anda bisa menginstal Lnx4Win tanpa adanya sistem Windows dalam komputer. Berbeda halnya jika Anda menggunakan software/tool emulator linux yang hanya bisa bekerja dalam sistem Windows. Dalam emulator tersebut Anda juga akan merasakan salah satu kendala yaitu kelambanan dalan proses loading program. Hal ini dikarenakan penggunakan hardware yang harus dibagi-pakai serta prosesnya sangat memakan sumber daya memori dan prosesor. Satu komputer dipakai oleh dua sistem secara bersamaan, bayangkan saja jika Anda melihat mobil truk di jalan menanjak dengan membawa muatan 2x kapasitas muatnya :(. Pasti Anda ingin segera (dengan mudah) menyalipnya!

5) Lnx4Win: Bisa Menghilang?
Lnx4Win bisa rusak seperti yang terjadi pada sistem lainnya, namun kerusakan utama bisa disebabkan karena human error alias cara Anda menggunakan komputer, yaitu:

- Jika Anda masuk dalam sistem Windows kemudian tanpa sengaja menghapus folder Lnx4Win, maka sistem Lnx4Win Anda akan hilang.

- Jika Anda melakukan instal ulang Windows dengan memformat partisi harddisk, maka sistem Lnx4Win Anda juga akan hilang.

Akan tetapi, kelemahan tersebut bisa dijadikan sebagai keunggulan dari Lnx4Win. Karena hal ini merupakan cara yang sangat bagus, cepat dan aman untuk melakukan un-instal sistem Lnx4Win dalam hitungan detik saja!

6) Lin4Win: Siapa Yang Mau Coba?
Lnx4Win sebenarnya ditujukan bagi Anda yang biasa memakai sistem Windows kemudian ingin mencoba belajar mengenai sistem dan aplikasi program dalam Linux akan tetapi belum bisa melakukan partisi hard disk yang dibutuhkan sistem Linux. Lnx4Win juga sangat cocok bagi Anda yang membutuhkan instalasi Linux Mandrake tanpa harus melakukan partisi hard disk sama sekali.

Lnx4Win memang sebenarnya merupakan salah satu pelopor penggunaan Linux pada partisi Windows. Meskipun telah terkubur dan tersimpan rahasia, Lnx4Win tetap menjadi sebuah mutiara yang sangat berarti bagi para pengguna Linux Mandrake yang pernah memakainya hingga saat ini. Bagi Anda yang belum kenal Lnx4Win dan ingin mencobanya, kini sudah waktunya Anda membuka kembali koleksi CD Linux mandrake dan melakukan instalasi Lnx4Win. Garansi 100% Anda akan merasa puas dan bilang “Luaarrr Biasa!!!” :)

Nah, sekarang siapa yang mau segera mencoba menggali, menemukan dan memakai Lnx4Win mutiara yang hilang ini?

Jumat, 11 Juli 2008

Konfigurasi Internet dengan Provider Telkomnet di Mandriva

Oke, setelah pengenalan linux lalu cara isntalasi Mandriva , maka sekarang sebelum kita menggunakan Mandriva untuk bekerja kita akan memeriksa dan melakukan setting konfigurasi system Mandriva Linux ini supaya lebih maksimal kemampuan kerjanya untuk mendukung pekerjaan kita yaitu kita akan mengkonfigurasi dan untuk menambah pengetahuan :
Printer - Display Card - Sound Card - LAN Card - Modem - Dan Setting untuk koneksi ke Internet…

CATATAN PENTING UNTUK PENGGUNA PEMULA LINUX: “Konfigurasi hardware di Linux ini berbeda dengan di Microsoft Windows dalam hal penyediaan driver-driver hardware-nya, jika di Microsoft Windows driver-driver hardware-nya selain yang sudah ter-integrasi di System Windows juga di sertakan beserta hardware-nya biasanya dlm bentuk CD sewaktu kita membelinya misalnya Printer, AGP Card, Mainboard, dan cara instalasi-nya pun umumnya praktis dan mudah tinggal masukan CD ke CDROM lalu “setup” ..selesai!
Akan tetapi di Linux tidak begitu, masalah driver Hardware ini di integrasikan kedalam system Linux oleh Vendor Distro Linux, dan bila misalnya ada suatu Hardware yg tidak terdeteksi driver-nya oleh suatu Distro Linux yg di pakai (biasanya driver printer canon generasi baru oleh pengguna Distro versi lama /Mandriva 2007 ke-bawah, utk Mandriva 2008 saya blm mencoba), maka biasanya ini di atasi dg cara mencari dan men-downloadnya dari Internet lalu di install , dan cara instalasinya tidak se-praktis di Windows, ini akan kita bahas nanti, …
Lalu terhadap masalah ini solusinya bagaimana?
SOLUSI PRAKTIS-NYA :
1. Update kepada Versi Linux terbaru ,untuk Mandriva tentu yg terbaru skrg Mandriva 2008
2.Ganti Hardware-nya dengan yg terdapat di dalam database Distro Linux yang di pakai .
Dan memang 2 hal di atas yang biasanya di lakukan oleh pengguna linux dari pada repot-repot cari driver di internet yang bisa memakan waktu juga biaya toh beli CD untuk versi update terbaru dari Linux yang di gunakan murah.
….Inilah salah satu alasan penting saya menggunakan mandriva karena menurut info yang saya dapat Mandriva Linux ini selain user friendly dan jenis Distro versi baru dan juga pengguna-nya terbanyak khususnya di Indonesia , yang artinya tentu ini menjadi pertimbangan pihak Vendor untuk lebih lengkap melakukan update-update driver yang ter-integrasi kedalam system. dan selama ini memang sejak awal keluarnya Mandriva ini selalu lebih cepat melakukan Update di banding Distro lain , ini fakta yang baik bukan jika kita menggunakan Mandriva?
PC Saya sendiri memiliki spesifikasi : Mainboard :ECS nForce3 + Processor AMD Sempron 2800+, Sound Card : Realtek AC979(onBoard), AGP Card: ATI RADEON 9200 128MB, LAN Card: NVIDIA nForce (onBoard), Modem ADSL D-Link , Printer HP 990c , semuanya itu terdeteksi dan ter-install drivernya oleh Mandriva 2005 yang saya gunakan sekarang. Spesifikasi PC saya itu termasuk spesifikasi lama keluaran sekitar tahun 2004 kecuali printer HP 990c sekitar tahun 2006, apalagi apalagi untuk yang lebih lama tentu terdeteksi drivernya oleh Mandriva ini .”

“Biasanya pengguna linux yang sudah lama atau mahir utk melakukan berbagai setting konfigurasi bahkan utk bekerja cenderung menggunakan modus text dengan perintah-perintah konsol-nya dengan alasan bekerja dg modus text dan konsol (console)lebih cepat dan efektif prosesnya, alasan ini ada benar-nya memang , tapi utk tahap-tahap awal artikel Linux saya sampai sa’at ini saya berusaha menggunakan modus-modus grafis dan menjauhkan perintah-perintah konsol, karena menurut pengalaman saya untuk pengguna pemula apalagi baru kenal linux, perintah konsol ini memberikan kesan sulit,rumit,njelimet terhadap linux jadi “down” duluan mentalnya sebelum mencoba.
Akan tetapi perintah konsol ini tetap sangat penting untuk di pelajari (pendapat pribadi saya) yaitu yaitu sehubungan dengan memberdayakan secara maksimal open source dari linux ini , hal ini akan kita bahas nanti…”

Berikut panduan setting konfigurasi perangkat keras di Mandriva, mungkin tampilan menu Mandriva anda berbahasa Indonesia atau English ini saya rasa tidak terlalu masalah misalnya Configuration=Konfigurasi , Configure your computer=Konfigurasi komputer anda, Printer=Pencetak ,..etc.., begitu juga Masalah versi Mandriva :2005,2006,2007,2008 .sama saja.

SETTING PRINTER - DISPLAY CARD - MONITOR

Sebelumnya cara yg mudahnya pasang dan hidupkan saja dulu power printernya, Lalu,
klik Menu –> System –> Configuration (konfigurasi )–> Configure your computer (konfigurasi komputer anda)–> , di sini kita akan di minta memasukan password root (yang telah di buat waktu instalasi) lalu akan masuk ke jendela Mandrakelinux control center (Mandriva Linux Control Center ) .Di Mandriva Linux Control Center inilah /kalau di Windows Control Panel tempat setting dan informasi dari hardware di PC anda jadi silahkan di utak-atik dan di pelajari.

Lalu klik sub menu “Hardware” –>Pada jendela ini akan tampak perangkat-perangkat yang bisa di konfigurasi : ada Printer, Monitor, Mengubah resolusi monitor, Scanner, dan untuk setting Display Card (AGP/VGA Card)klik ada icon “Look and configure the hardware (icon kaca pembesar)”.
UNTUK PRINTER–> Klik icon “set up the printer ” , pada tahap ini bila kita sama sekali belum pernah melakukan instalasi paket-paket printer maka kita akan di minta memasukan CD Mandriva yg berhubungan dg printer, –> tunggu beberapa saat system akan melakukan deteksi dan konfigurasi secara otomatis dan bila konfigurasi dapat menemukan driver yg cocok maka printer anda akan tampil beserta tipenya dan instalasi printer selesai , tapi jika driver tidak di temukan akan tampil jendela untuk anda memilih secara manulal driver printer anda sesuai merek , saya menggunakan Mandriva 2005 dan Printer HP Deskjet 990c bisa terdeteksi drivernya .

SETTING INTERNET DIAL-UP CONNECTION

Saya ambil contoh koneksi memakai telkomnet@instan dengan data :
· Nomor Telepon ISP : 080989999
· Username : telkomnet@instan
· Password : telkom
Lalu kita mulai dengan melakukan konfigurasi modem berlanjut ke proses koneksi.
1. Siapkan Modem dan pasang di CPU berikut koneksi telepon-nya , lalu nyalakan.
2. Klik –>Menu –> System–> Configure Your Computer.
3. Lalu muncul Jendela login sebagai root, dan masukan passwordnya, lalu Ok
4. Masuk pada jendela Mandriva Linux Control Center pilih Tab Network & Internet.
5. Klik icon Set Up new Network interface (LAN, ISDN,
ADSL..).
6. Pada jendela New Conection, karena kita akan akan
Analog Telephone Modem (paling bawah)–> Klik Next, pada tahap ini di lakukan deteksi modem anda.

7. Bila modem tidak terdeteksi gunakan pilihan Manual Choice,
6.masuk ke menu memilih ISP dari daftar yang ada, karena pada list tdk ada provider dari Indonesia pilih Unlisted-Edit Manualy kemudian lalu klik Next..
8. Isikan informasi dari ISP , telkomnet@instan yg kita pakai sbg contoh , spt di bawah ini:
- Conection Name : Telkom (bebas bisa pake nama apa saja
-Phone Number : 080989999
-Username : telkomnet@instan
-Password : telkom
-Autentication : PAP/CHAP
9. Klik Next, Untuk IP Parameter Pilih saja Otomatis, lalu klik Next
10. Parameter DNS dan Gateway pilih saja otomatis ,lalu klik Next.
11. Connection Control boleh di abaikan atau beri tanda centang
12. Allow User to Manage Connection /ijin penakai utk melakukan koneksi , terserah anda
13.Start the connection at Boot , terserah anda ,lalu klik next.
14. Abaikan saja pilihan untuk mengetes koneksi internet ,lalu klik Finish, dan restart PC anda. 15. Setelah restart kita coba melakukan koneksi Dial Up internet caranya klik-kanan icon
Network pada Taskbar lalu klik Connect ppp0,
16. Lalu klik tombol Connect Modem untuk melakukan Dial-Up, setelah
terkoneksi ,silahkan mulai browsing….
17. Untuk memutuskan koneksi ,klik tombol “Disconect”

NOTE: Bila anda bukan pengguna Dial-up, misalnya ADSL , pola instalnya sama saja , saya sendiri menggunakan ADSL tapi saya menulis koneksi Dial-Up ini karena saya pikir lebih banyak penggunanya tapi bila ada rekan-rekan yang punya masalah atau pertanyaan tentang jenis koneksi ini , silahkan tinggalkan pesan di area komentar posting ini ,nanti saya usahakan bantu, saya mau nulis tapi tangan saya dah capek nih nagantuk pula..mau ngopi dulu…!

NOTE-2: Ada yang ketinggalan di atas yaitu Sound Card dan LAN Card , jika kebetulan anda punya masalah or pertanya-an tentang konfigurasi hardware tsb tingggalkan komen aja ya…karena sepertinya masalah ini kompleks alias bisa beda-beda untuk tiap pengguna..

Senin, 07 Juli 2008

Instalasi Compiz Fusion di Ubuntu

Compiz Fusion sekarang sudah bisa diinstal dari repositori tambahan. Langkah Instalasi:

1. Repositori

Tambahkan repositori yang disediakan oleh Trevino kedalam Synaptic.
• Edit Software Sources (System > Administration > Software Sources)
• Pilih tab Third-Party Software | Add…

Masukkan baris berikut:
deb http://download.tuxfamily.org/3v1deb feisty eyecandy
lalu klik > Add Source
• Klik close > close


2. GPG key

Tambahkan GPG key dari Trevino:
• Pada Terminal (Application > Accsessories > Terminal) masukkan baris berikut:
KEY=81836EBF; gpg --keyserver subkeys.pgp.net --recv $KEY && gpg --export --armor $KEY | sudo apt-key add -
• Pastikan proses berhasil

3. Reload package list

Masukkan di Terminal:
sudo apt-get update

4. Uninstal Compiz

Karena akan ada beberapa paket yang bertabrakan, maka compiz kita uninstal terlebih dahulu:
sudo apt-get remove compiz-core
Beberapa paket seperti ubuntu-desktop (meta-package) akan ikut teruninstal.

5. Install Compiz Fusion
sudo apt-get install compiz compiz-gnome compizconfig-settings-manager compiz-fusion-*
Untuk KDE ganti compiz-gnome menjadi compiz-kde

Setelah berhasil, Compiz Fusion dapat dijalankan dengan perintah,
Run Application (Alt+F2):
compiz --replace

6. Startup

Agar Compiz dapat berjalan setiap kita login, tambahkan compiz sebagai Startup Programs.

System > Preferences > Session | new
Name: Compiz Fusion
Command: compiz --replace

7. Install kembali Ubuntu Desktop (yang diuninstall pada langkah 4)

sudo apt-get install ubuntu-desktop

8. Pengaturan plugin dan efek Compiz ada pada:

System > Preferences > Compizconfig Settings Manager
atau Run Application: ccsm

References:
Compiz Fusion on Ubuntu Forum | Open Compositing Forum

Sabtu, 05 Juli 2008

Mounting NTFS File System

Untuk mengakses ntfs file system dari linux ada beberapa langkah yang perlu dilakukan :

1. Install fuse, kalo konek ke internet cukup ketikkan
yum install fuse

2. Install ntfs-3g, kalo konek ke internet cukup ketikkan
yum install ntfs-3g

3. Setelah semua terinstall,buat direktori baru dibawah “/mnt”,
mkdir /mnt/windows

4. Lihat di partisi mana ntfs nya berada dengan perintah
fdisk -l

5. Mount dengan perintah
mount -t ntfs-3g /dev/sdb5 /mnt/windows

Semoga bermanfaat…